Tiga “Begal” di Bekuk Petugas, Satu Pelaku Terpaksa Ditembak Karena Melawan

OKU Timur, Wartarepublika.com – Team Shadow Walet (SW) Polres OKU Timur, berhasil membekuk tiga pelaku pencurian bermotor dengan kekerasan atau yang lebih dikenal dengan sebutan “begal” oleh masyarakat, satu pelaku terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas. Polisi menangkap Rizal (30), Mak Tu (14) dan Dinet (36), ketiga pelaku warga Desa Surabaya Kecamatan Madang Suku III OKU Timur. 

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya, SH. S.IK, didampingi Kasat Reskrim AKP Ikang Ade, S.IK melalui Kasubbag Humas Polres OKU Timur IPTU Yuli mengatakan Terungkap nya para pelaku ini berawal dari Laporan polisi: LP-B/ 11 /IV/2020/SUMSEL/OKUT/SEK MDS II Tanggal 23 April 2020.

Baca Juga :
Fenus Antonius Terima SK Perpanjangan Kepengurusan DPD KNPI OKU Timur

“Berdasarkan hasil penyelidikan, Team SW Polres OKU Timur menangkap pelaku Rizal dirumahnya dan dari keterangan pelaku dua tersangka Mak Tu dan Dinet berhasil ditangkap ditempat yang berbeda,” ujar IPTU Yuli melalui pesan whatsapp, Sabtu (9/5/2020).

Dilanjutkan IPTU Yuli, ketiga pelaku melakukan aksi perampokan pada hari Sabtu Tanggal 11 April 2020 sekitar pukul 15.30 lalu. Korban Terisa (17) Warga Desa Tridadi Dusun II, Kecamatan Madang Suku II OKU Timur, yang masih duduk di bangku SMA. Terisa saat itu bersama teman nya hendak pulang ke Desa Tridadi sesampainya di jalan poros Desa Surabaya Kecamatan Madang Suku III, korban dikejar dan dipepet oleh orang yang tidak dikenal.

Baca Juga :
AKBP Erlin Tangjaya Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Musi 2019

“Pelaku memberhentikan korban dan menyuruh turun dari motor, pelaku berkata kalau tidak turun aku tembak,” kata IPTU Yuli menceritakan kronologi kejadian.

Saat melakukan penangkapan salah satu pelaku berusaha kabur dan melawan petugas, sehingga petugas memberikan tindakan tegas terukur. 

“Dari mereka, Polisi menyita barang bukti 1 (satu) Unit sepeda motor honda Beat warna hitam nomor polisi BG. 6191 YAI milik korban,” pungkasnya.(WK)