Monitoring di Salah Satu Agen Kecamatan Jayapura

Temukan Beras Bukan Bulog dan Berkutu, Dinsos Akan Berikan Sanksi Tegas Kepada Agen BPNT dan Pendamping

OKU Timur, Wartarepublika.com – Menindak lanjuti surat edaran Menteri Sosial Republik Indonesia nomor 01/MS/K/07/2019 tanggal 15 Juli 2019 dan Surat Bupati OKU Timur nomor 460/1120/DINSOS/2020 tanggal 22 September 2020 tentang perum bulog sebagai penyedia komoditas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berisi himbauan kepada agen BPNT program sembako, agar sumber beras program BPNT menggunakan beras dari bulog dengan melaksanakan prinsip 6T (Tepat sasaran, Tepat Waktu, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat kualitas dan Tepat administrasi). Dinas Sosial Kabupaten OKU Timur melakukan monitoring ke agen-agen penyalur program sembako yang ada di Kabupaten OKU Timur, Selasa (10/11).

Surat Bupati OKU Timur

Monitoring dilaksanakan oleh perwakilan Dinas Sosial Kabupaten OKU Timur dalam hal ini Kabid Penanganan Fakir Miskin Slamet dan anggota Sat Pol PP Kabupaten OKU Timur. Menurut Selamet, kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengawasi apakah didalam penyaluran komoditas BPNT, agen-agen yang ada telah sesuai dengan ketentuan yang ada.

Baca Juga :
Dinas Sosial OKU Timur Amankan Orgil di Pasar Martapura

“Pada monitoring kali ini masih banyak ditemukan agen yang menyimpang dari ketentuan. Diantaranya seperti ada agen yang memberikan minyak dan gula yang seharusnya tidak diperbolehkan karena tidak masuk dalam kategori BPNT,” ungkap Selamet.

Kabid Penanganan Fakir Miskin melanjutkan, sesuai surat edaran Kementrian Sosial dan Surat Bupati OKU Timur bahwa untuk komoditi beras, penyalur adalah bulog.

“Hari ini ternyata kami masih menemukan beberapa agen yang tidak menggunakan beras bulog untuk itu kami tetap komit untuk menjaga kedisiplinan maka agen yang tidak menggunakan beras bulog ini akan kami beri peringatan hingga pencabutan,” tegasnya.

Baca Juga :
Dinsos OKU Timur Berikan Bantuan Sembako

Berdasarkan pantauan portal ini dilapangan, selain ditemukan beras yang tidak berasal dari bulog, di salah satu agen di Kecamatan Jayapura bahkan ditemukan beras BPNT yang kondisinya cukup mengkhawatirkan. Beras terlihat patah patah dan terdapat banyak kutu beras didalam kemasan beras tersebut. Mendapati temuan tersebut Kabid Penanganan Fakir Miskin Selamet menegaskan akan memberi peringatan dan sanksi tegas kepada agen dan pendamping. (Jeff)