Ilustrasi Jengglot

Tempuh Jalan Singkat untuk Jadi Kaya, Korbankan Darah dan Berakhir Menyedihkan

OKU Timur, WR — Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak begitulah nasib yang dialami RS (47) warga Negeri Pakuan Kecamatan BP Peliung Kabupaten OKU Timur. Niat hati ingin menempuh jalan singkat agar menjadi jadi kaya dengan mengorbankan darahnya malah berakhir menyedihkan.

Tersangka (Duduk Menggunakan Baju Merah Kotak Kotak) Saat Menjalani Pemeriksaan di Mapolres OKU Timur

Kisah tragis ini berawal dari pertemuan RS (47) dengan pelaku Sutrisno (45) petani yang tinggal di Desa Karang Melati Semendawai Timur pada bulan April 2021. Sutrisno dikenal sebagai dukun yang bisa membuat orang menjadi kaya raya. Pada saat pertemuan tersebut RS meminta pertolongan kepada pelaku untuk membuat RS kaya raya. Pelakupun menyanggupinya dengan memberikan syarat.

 

” Aku bisa membuatmu kaya asalkan kamu siap untuk mengorbankan darahmu,” ucap pelaku kepada RS.

 

 

RS menyanggupi persayaratan yang diberikan oleh pelaku. Dihari yang disepakati, pelaku datang kerumah RS dan memulai ritual. Saat ritual, pelaku meminta RS untuk mengeluarkan darahnya dan memasukkannya kedalam gelas, setelah itu pelaku kemudian mengeluarkan sebuah barang mistik berupa Jengglot. Darah RS yang telah dimasukkan kedalam gelas kemudian disiramkan keseluruh tubuh jengglot dan kemudian pelaku menutup seluruh badan jengglot dengan kain kafan dan memasukkannya kedalam peti kecil. Pelaku dan korban kemudian mengubur peti berisi jengglot tersebut dibelakang rumah korban. Pelaku berpesan agar korban jangan membongkar kuburan jengglot tersebut sebelum tiga hari setelah dikubur. Sebelum pulang, pelaku meminta biaya ritual sebesar kepada korban dan disanggupi oleh korban.

Baca Juga :
Kapolres OKU Timur Bagi Tali Asih dan Nasi Kotak Gratis

 

Dimalam hari ketiga, tanpa sepengetahuan RS, pelaku membongkar kuburan jengglot dan menggantinya dengan 6 buah emas batangan palsu.

 

Keesokan harinya pelaku kembali datang ke rumah korban dan kembali melakukan ritual. Sebelum membongkar kuburan jengglot pelaku memandikan RS dengan air kembang tujuh rupa, setelah itu pelaku dan korbanpun bersama sama membongkar kuburan jengglot.

 

Betapa terkejut dan bahagianya RS, saat membongkar kuburan jengglot tersebut. Peti mati jengglot telah hilang dan berubah menjadi 6 buah batangan emas. Setelah hari pembongkaran kuburan jengglot tersebut, pelaku terus menerus meminta uang kepada korban dengan alasan untuk menggandakan emas korban. Korban yang termakan bujuk rayupun selalu memenuhi permintaan pelaku.

 

Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon melalui Kasat Reskrim AKP Apromico didampingi Kasi Humas Polres OKU Timur IPTU Edi Arianto menerangkan, korban menyadari telah menjadi korban penipuan saat korban hendak menjual emas tersebut ke pasar dan ternyata setelah dicek di toko emas, emas tersebut dinyatakan palsu.

 

“Korban merasa ditipu karena ternyata emas yang diadapatkan dari ritual bersama pelaku ternyata palsu. Korbanpun melaporkan kejadian yang di alaminya ke Polres OKU Timur yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP – B / 86 / VII / 2021 / SUMSEL / OKUT, Tanggal 12 Juli 2021 ,” ungkap IPTU Edi Arianto kepada awak media, Minggu (10/07/2021).

Baca Juga :
Resedivis Kasus Curat Ini Dihadiahi Timah Panas

 

Pada hari minggu tanggal 18 Juli 2021, team Shadow Walet (SW) Satreskrim Polres OKU Timur mendapat informasi bahwa pelaku berada dirumahnya di Desa Tegal Sari Kecamatan Mesuji Makmur Kabupaten OKI. Sekitar pukul 03.30 WIB akhirnya Team SW berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

 

“Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres OKU Timur. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa satu buah patung Semar warna emas, satu buah keris bergagang dan bersarung kayu warna cokelat yang dibalut kain warna putih, satu buah keris bergagang warna hitam dan bersarung kayu warna cokelat yang dililit dengan tali kain warna putih, satu buah bambu buntu yang dibalut kain warna putih, satu buah keris bergambar Semar warna hitam, dan satu buah kujang bergagang dan bersarung kayu warna cokelat,” terang Kasi Humas Polres OKU Timur.

 

Pelaku dijerat dengan Pasal 372 KUHPidana dan atau 378 KUHPidana tentang Tindak Pidana Penipuan atau Penggelapan dangan ancaman hukuman empat tahun penjara. (Jeff)