Ilustrasi Persetubuhan Anak Dibawah Umur

Setubuhi Pacar Berharap Mendapat Restu Orang Tua, Duda Ini Malah Ditangkap Polisi

OKU Timur, Wartarepublika.com — Seorang duda ber inisial AH (22) Petani karet asal Kecamatan Belitang II Kabupaten OKU Timur ditangkap polisi berkat laporan orang tua seorang pelajar yang diduga telah disetubuhi oleh duda tersebut, kepada portal ini sang duda berkilah hubungan badan yang dilakukannya merupakan cara agar mendapat restu orang tua sang kekasih, Senin (21/12).

“Hubungan kami tidak direstui oleh orang tua pacar saya. Makanya saya melalukan hubungan badan dengan pacar saya. Saya berharap bila pacar saya hamil, orang tua pacar saya bisa merestui hubungan saya hingga ke pernikahan,” ujar AH tertunduk lesu kepada portal ini.

Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon melalui Kasat Reskrim Polres OKU Timur AKP I Putu Suryawan didampingi PLH Kasubbag Humas Polres IPTU Yuli mengungkapkan, hubungan badan pelaku dan korban terungkap setelah kakak kandung korban mendapati foto korban dan pelaku dengan tanpa busana di handphone korban pada bulan Oktober tahun 2020 lalu.

Baca Juga :
Warga Perjaya Dihebohkan Penemuan Mayat Bayi

“Mendapati foto tidak senonoh tersebut, orang tua korban mendesak korban untuk mengakui perbuatan apa yang telah dilakukan korban dengan pelaku. Korbanpun akhirnya mengakui telah melakukan hubungan badan dengan pelaku. Tidak terima dengan kenyataan tersebut, orang tua korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres OKU Timur,” ungkap IPTU Yuli.

Berdasarkan dari laporan orang tua korban tentang perbuatan persetubuhan anak dibawah umur tersebut, dilakukan penyidikan dan ditemukan bukti permulaan yang cukup. Kemudian pada hari rabu tanggal 15 Desember  2020 sekira pukul 15.30 WIB  dilakukan penangkapan  terhadap Tersangka AH di rumah kediaman Tersangka di Kecamatan Belitang II  tanpa perlawan. selanjutnya Tersangka dibawa ke polres OKU Timur guna penyidikan dan proses hukum selanjutnya.

Baca Juga :
Bawa Lari Anak Dibawah Umur, Pemuda Ini Ditangkap Polisi

” Pelaku kami jerat dengan pasal tindak pidana menyetubuhi anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 Tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Rilis Polres OKU Timur)