Rela Bermandi Lumpur Demi Uang Dua Belas Ribu

OKU Selatan, WartaRepublika.com – Pekerjaan menggali tanah ditepi Jalan Provinsi untuk pemasangan kabel tanam milik salah satu perusahaan jasa telekomunikasi dijalani dengan Ihklas oleh Sahrul (50) serta rekannya Megi (45) dua pekerja asal pulau Jawa.

Usia Sahrul yang tidak lagi terlihat muda tapi harus tetap bekerja keras sebagai pekerja penggali tanah demi bisa menghidupi anak istri di pulau jawa, dilakoni sahrul sejak satu pekan ini. Menggali tanah di tepi jalan milik provinsi yang ada di wilayah OKU Selatan.

Dengan upah tidak seberapa hanya Rp 12000 permeternya, Sahrul bersama rekannya Megi juga terlihat beberapa pekerja lainnya sudah sepekan ini menggali  tanah di tepi jalan milik provinsi untuk pemasangan kabel tanam perusahaan telekomunikasi yang melintasi wilayah atau daerah kabupaten OKU Selatan.

Baca Juga :
Pipa Masuk Angin, Distribusi Air PDAM Terhambat

Meski upah dalam menggali tanah tidak seberapa, tidak jarang sahrul bersama rekannya dalam menggali tanah juga harus bermandi lumpur ketika berada di titik tanah galian yang lembab juga berair, apalagi saat ini termasuk musim penghujan.

Tantangan lainnya harus dihadapi para pekerja penggali tanah ini adalah ketika berada di tanah yang keras banyak mengandung bebatuan. Jika tanah yang digali banyak mengandung batu maka butuh waktu cukup lama menggalinya dan tidak berdampak juga terhadap hasil yang di dapat saat bekerja menggali tanah perharinya.

“Kami bekerja sistim upahnya tergantung berapa meter yang di dapat mas. Semakin banyak atau panjang meteran galian maka semakin besar upah yang kami terima, itupun upah dari hasil yang didapat dibagi dengan teman yang lain. Misalnya saat ini kami  bertiga menggali tanah dengan titik atau jarak tertentu, berapa meter yang kami dapat perharinya dikalikan upah itu yang kami terima serta bagi,” ujar sahrul.

Baca Juga :
Pembukaan Festival Danau Ranau ke XXII Berlangsung Sangat Meriah

Meski pekerjaan mereka jalani saat ini termasuk menguras tenaga bermain keringat bahkan terkadang lumpur namun sahrul mengaku ihklas.

“Kadang yang dirasakan selain rasa capek kondisi badan rasanya sakit sakit semua sehabis bekerja menggali tanah, tetapi harus bagaimana lagi yang penting halal serta tentunya tetap bersyukur,”ujar Sahrul seorang bapak tua penggali tanah kabel tanam jaringan telekomunikasi dibincangi Portal WartaRepublika Minggu siang (05/01) Dilokasi mereka menggali tanah tepi jalan provinsi yang ada di Kecamatan Simpang. (DK).