Ratusan Hektar Padi di OKU Timur Terancam Kekeringan

WARTAREPUBLIKA.COM, OKU TIMUR – Petani di dua kecamatan di OKU Timur, Sumsel menghadapi ancaman merugi karena tanaman padi mereka mengering. Ratusan hektare tanaman padi yang rata-rata berusia 40 hari tidak mendapatkan pasokan air setelah saluran tersier Macak Dua tidak berfungsi.

Saluran Macak Dua merupakan saluran tersier dari Irigasi Upper Komering. Saluran tersier ini telah tidak berfungsi sejak satu bulan terkahir. Karenanya, ratusan hektar sawah di Kecamatan Buay Madang dan Kecamatan Buay Madang Timur diambang gagal.

Johan (39), warga Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Buay Madang mengatakan, tidak berfungsinya saluran irigasi Upper Komering tersier Macak dua itu dalam satu bulan bukan hanya menyebabkan kekeringan pada areal persawahan masyarakat, namun berdampak pula pada banyaknya serangan hama tikus ke sawah petani

“Kurang lebih satu bulan ini tersier Macak dua tidak berfungsi. Kami sangat khawatir, karena tanaman padi kami sekarang rata rata baru berusia 40 hari dan sangat rentan mati jika saluran air ini tidak segera berfungsi.  Bukan hanya itu, sejak tidag berfungsinya tersier Macak dua, tanaman padi sekarang diserang   hama tikus,” ungkapnya, Sabtu (11/5/2019).

Petani berharap instansi terkait segera mengambil tindakan memperbaiki saluran tersier Macak dua yang merupakan satu-satunya sumber air tersebut.

“Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus,  kami khawatir ratusan hektar sawah milik petani ini terancam gagal panen jika saluran tersier Macak dua ini dibiarkan tidak berfungsi,” jelasnya.