PWI, IWO dan SMSI OKU Timur Desak Polres Tuntaskan Kasus Pembegalan Wartawan

OKU TIMUR, Wartarepublika.com – Selang seminggu dari peristiwa pembegalan terhadap seorang wartawan yang bertugas di Kabupaten OKU Timur, insan pers se-OKU Timur yang tergabubg dalam tiga organisasi diantaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Wartawan Online (IWO) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mendesak Polres OKU Timur terkait peningkatan keamanan di Bumi Sebiduk Sehaluan. 

“Sebab jika hal ini terus terjadi di Kabupaten OKU Timur, kami khawatir akan tambah banyak korban lainnya. Itu sudah sangat meresahkan. Kejadian terhadap rekan Joni Ariandi wartawan RRI itu merupakan pengingat bahwa OKU Timur ini dibayangi pelaku kejahatan begal.”  Kata Triangga selaku Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) ketika dibincangi usai menyalurkan donasi solidaritas kepada wartawan korban begal, Joni Ariandi, Senin 30 November 2020.

Baca Juga :
SMSI Sumsel Berduka, Ayahanda dari Bendahara SMSI OKU Timur Tutup Usia

Edwar Ferdinant selaku ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengungkapkan,  insiden yang terjadi pada Joni Ariandi sebagai pertanda bahwa kabupaten OKU Timur mengalami krisis keamanan. 

“Di kota Martapura yang sebelumnya relatif aman sekarang malah marak sekali kejadian pembegalan. Sebelum ini sekitar 2 bulan lalu rekan kami juga mengalami kecurian motor ketika sedang sholat subuh,” ungkapnya.

Elvandri Jefriadi selaku ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) OKU Timur sebagai bagian dari  insan pers OKU Timur meminta kepada aparat untuk lebih serius dalam penegakan keamanan di Kabupaten OKU Timur. Sebab masalah keamanan bersinergi dengan kenyamanan masyarakat secara umum dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan roda perekonomian kabupaten ini. 

Baca Juga :
Peradi Siap Berikan Bantuan Hukum Gratis Bagi Anggota SMSI di Sumsel

“Kalau resah, susah hidup tenang. Perasaan jadi was-was, kemana-mana takut. Itu berdampak pada mentalitas masyarakat.” Timpalnya. 

Sementara itu, dari hasil donasi solidaritas terhadap Joni Ariandi terkumpul uang sejumlah Rp 3.260.000 yang disalurkan pada Senin siang langsung kepada korban. “Bantuan ini setidaknya upaya solidaritas kita untuk meringankan beban rekan kami yang sedang tertimpa musibah.” Kata Emi selaku wartawan senior di Martapura.(Jeff)