Pujasuma Bershalawat Bersama Gus Miftah, Graha Bandara Insani Talang Jambe Dipenuhi Ribuan Santri Putra dan Santri Putri Pesantren Aulia Cendikia

Palembang – Ribuan Santri Putra dan Santri Putri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Aulia Cendekia memenuhi Graha Bandara Insani Talang Jambe Palembang untuk mengadiri dan mendengarkan Ceramah oleh Ustads Kondong Gus Miftah dari Sleman Yogyakarta, Minggu 28 Agustus 2022 pagi.

Selain mendengarkan ceramah agama oleh Gus Miftah, kerjasama antara Pujasuma dan Pesantren Aulia Cendikia ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan RI Dr (HC) Ir Budi Karya Sumadi sekaligus memberikan ceramah tentang kebangsaan.

Ketua Pujasuma Sumatera Selatan Dr H Muchammad Baryadi, SE, MM didepan ribuan undangan menjelaskan bahwa Pujasuma Sumsel mempunyai program Ekonomi Mandiri. Program ini terang Baryadi bagaimana caranya kita bisa makan tiap hari, jangan sampai kurang,”Semalam waktu Pelantikan Pengurus Pujasuma Sumsel telah memberikan 3000 desa diberikan bantuan pangan,”ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Dr Muchammad Baryadi juga selaku Ketua Pujasuma Sumsel memberikan bantuan uang Rp 250 juta untuk pembangunan ruang belajar Pesantren Aulia Cendikia Pimpinan/Pengasuh Ustads KH Hendra Zainudin Al Qodiri,”Saya berharap bantuan tersebut dapat diterima dan berguna untuk pembangunan Pesantren,”tutup Baryadi.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI, Dr (HC) Budi Karya Sumadi dalam ceramah kebangsaannya menerangkan bahwa salah satu syarat menjadi bangsa yang besar kita harus mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.

Dengan demikian lanjut Menteri asal Palembang ini, sikap kita atau keyakinan kita bahwa kita mampu mengatasi semua masalah, sehingga dalam melakukan semuanya kita selalu merasa cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang positif dan sesuai keinginan kita dan yang terpenting kita bertanggung jawab atas keputusan dan perbuatan kita sendiri, tutup sang Menteri.

Selanjutnya acara yang ditunggu-tunggu ribuan tamu yang hadir di Graha Bandara Insani Talang Jambe Kota Palembang tersebut, ceramah agama bakal disampaikan Ustads terkenal Gus Miftah dalam Tausiyahnya menjelaskan salah satu ciri orang beriman yakni mencintai tanah air nya yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini. Karena kita lahir di Indonesia, Besar di Indonesia, Hidup di Indonesia, Berjuang di Indonesia dan Matipun di Indonesia jadi kita wajib cinta Indonesia, tegasnya.

Seperti contoh Nabi Muhammad SAW, beliau sangat mencintai sangat mencintai tanah Arab kenapa sambung Ustads ciri khas Blangkon dan kaca mata hitam ini karena beliau lahir di Arab, Besar di Arab, Berjuang di Arab dan Meninggal dikebumikan di Arab juga, Rosullolah sangat mencintai tanah Arab.

Untuk diketahui bahwa sosok Gus Miftah ini sangat dikenal karena konten dakwahnya. Dalam dakwa Gus Miftah itu, banyak terlontar kata kata bijak dan sangat menginspirasi banyak orang. Bahkan, kata-kata tersebut mampu membius kaum milenial. Hal tersebut dikarenakan konten dakwah Gus Miftah cocok dengan kaum muda.

Gus Miftah salah satu Ulama banyak kontoversi di masyarakat karena Pengasuh/PimpinanPonpes Ora Aji Sleman tersebut sering muncul melakukan dakwah di lokasi tak umum, seperti tempat hiburan malam dan prostitusi. Bahkan, sempat beredar video selawat di tempat hiburan malam di Bali dan berdakwa di salah satu Gereja. Walau demikian Gus Miftah dakwa-dakwanya terdapat kata-kata bijak dan semakin diminati masyarakat banyak.

Terlihat hadir ditengah-tengah undangan tersebut, Muhammad Nasir, S.Si, didampingi Isteri dan kedua anak gadisnya. Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin ini mengaku bahwa Ustadz Gus Miftah salah satu Pendakwa idola keluarganya,”Setiap yang diucapkan Ustads Gus Miftah ini selalu ada kata-kata bijak didalam kehidupan kita sehari hari,”Ucap Politisi Partai Golkar tersebut.

Seingat saya lanjut Pemilik Graha Bandara Insani Talang Jambe Palembang ini, Ustads Gus Miftah memiliki 25 buah kata-kata bijak sangat terkenal diantaranya, kegagalan adalah cara Allah SWT untuk mengatakan bersabarlah karena aku memiliki sesuatu yang lebih baik untukmu saat waktunya tiba, bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas, dan bukanlah keikhlasan jika masih merasakan sakit serta, Cukup bodymu yang bermaksiat tapi hatimu jangan serta kalau memang dasarnya orang itu baik, mau dihinakan seperti apa pun tetap saja dia akan kelihatan baiknya. Kalau seseorang jelek, mau dinaikkan seperti apa pun tetap kelihatan jeleknya, itulah diantara 25 kata bijak yang diucapkan Ustads Gus Miftah, tutup Wakil Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPD Partai Golkar Sumsel tersebut.

Hadir juga pada acara tersebut, Pengasuh/Pimpinan Pesantren Aulia Caedikia Ustadz KH Hendri Zainudin Al Qodari, Kabiro Dirjen Kementrian Perhubungan Roby Kurniawan, Camat Sukarami, Santri Putra dan Santri Putri Aulia Cendikia, Tamu Undangan