Politikus PDIP: Ancaman ‘People Power’ Amin Rais Itu Pernyataan Orang Kalah dan Kalap

WARTAREPUBLIKA.COM, JAKARTA – Politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu menilai ancaman people power dari Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais merupakan pernyataan orang kalah dan kalap.

Amien Rais akan melakukan people power jika ada kecurangan di Pilpres 2019 ketimbang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Statement (pernyataan) Pak Amin Rais itu pernyataan orang kalah dan kalap,” ujar anggota Komisi III DPR RI ini kepada Tribunnews.com, Senin (1/4/2019).

Tentunya, imbuh Masinton Pasaribu, Amien Rais sudah melakukan hitung-hitungan statistik potensi dukungan dan mengetahui elektabilitas Pasangan Capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah tidak bergerak naik.

“Tentunya beliau sudah melakukan hitung-hitungan statistik potensi dukungan dan mengetahui bahwa elektabilitas pasangan Capres-cawapres yang beliau dukung elektabilitasnya sudah mangkrak tak bergerak naik dan nggak bakal menang,” jelas Masinton Pasaribu.

Menurut Masinton Pasaribu, harusnya Amien Rais menjadi teladan dan memberikan pendidikan politik yang benar bagaimana menghormati ketentuan Undang-undang, khususnha UU Pemilu.

Sebelumnya, Amien Rais mengatakan Apel 313 yang digelar di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019) kemarin untuk mencegah terjadinya kecurangan di Pemilu 2019.

Ketua Dewan Kehormatan PAN itu mengancam akan menggerakkan massa jika terjadi kecurangan di Pemilu 2019.

“Kalau sampai tim kami bisa membuktikan ada kecurangan yang sistematis, terukur dan masif, kami akan bertindak tidak perlu lagu kami datang ke MK. Kami menggerakkan rakyat (people power),” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Politikus PDIP: Ancaman ‘People Power’ Amin Rais Itu Pernyataan Orang Kalah dan Kalap, http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2019/04/02/politikus-pdip-ancaman-people-power-amin-rais-itu-pernyataan-orang-kalah-dan-kalap.
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco