Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu Kembali Memakan Korban

WARTAREPUBLIKA. COM | OKU TIMUR – Kabut duka kembali menyelimuti Kota Martapura. Jeritan ibu dan dua orang anaknya memecah kelengangan sore ini.  Malang tak dapat di tolak, seorang ibu yang mengendarai sepeda motor bersama dua orang anaknya tak berdaya dan bersimbah darah setelah di hantam kereta penumpang Kuala Stabas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu antara Jati Rahayu dan Tebat Sari Martapura Kabupaten OKU Timur, Jum’at (8/03/19) sekitar pukul 17.00 WIB.

 

Kejadian naas ini berawal saat An (28) Warga Jalan Manunggal 1 Kelurahan Sungai Tuha Kecamatan Martapura yang mengendarai sebuah sepeda motor yamaha mio soul bersama kedua anak anya AJP (11) dan AAS (6) hendak melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu dari Tebat sari menuju Terukis Rahayu. An sempat menghentikan sepeda motor yang di kendarainya saat kereta babaranjang dari arah Sungai Tuha menuju Pasar Martapura melintas.  Setelah kereta babaranjang melintas, An kemudian melanjutkan perjalanan. Namun naas, tanpa An sadari datang kereta penumpang kuala stabas dari arah Pasar Martapura di jalur kereta kedua dan menghantam sepeda motor yang dikendarainya.

 

Baca Juga :
Lima Pasien Positif Covid-19 di OKU Timur, Dinyatakan Sembuh

Akibat benturan yang sangat keras,  sepeda motor beserta ketiga penumpangnya terpental beberapa meter dari tempat kejadian.  AN mengalami luka robek pada bagian kepala, luka robek pada siku tangan kanan, luka lecet pada betis kiri kemudian di bawa menuju RSUD Martapura di LENGOT selanutnya di rujuk menuju RS DKT Baturaja. Sementara AAS mengalami luka robek pada bagian kepala, luka robek pada kaki kiri dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit sedangkan AJP mengalami luka lecet pada kaki dan tangan.

 

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya didampingi Kasat Lantas AKP Beni Nofiza melalui Kanit Laka Lantas IPTU Kahar yang di hubungi portal ini melalui kontak hand phone membenarkan kejadian tersebut.

 

Baca Juga :
Grasstrac Nasional Digelar di OKU Timur

“Saat ini 1  ( satu ) unit sepeda motor yamaha mio soul warna biru dengan No.Pol BG.3640.YF milik korban untuk sementara telah kami amankan di Polres OKU Timur dan untuk penyidikan lebih lanjut kami serahkan kasus ini ke Polsuska Baturaja,” ungkapnya.

 

Diakhir wawancara dengan portal ini,  IPTU Kahar menghimbau kepada masyarakat,  agar dapat lebih berhati hati saat melintasi perlintasan kereta api terutama perlintasan yang tidak berpalang pintu.

 

Sementara itu seorang warga yang tidak ingin disebut namanya berharap agar PT Kereta Api Indonesia dapat memberikan perhatian terhadap perlintasan kereta api terutama yang tidak berpalang pintu.

 

“ Ini bukan yang pertama kali terjadi kecelakaan diperlintasan ini mas.  Harapan saya terhadap PT KAI, kalau bisa perlintasan tanpa palang pintu seperti ini tolong di beri petugas jaga sehingga bisa meng antisipasi terjadinya kembali kecelakaan di perlintasan ini, “ harapnya.  (EJA)