Palsukan Tanda Tangan Warga, Mantan Kades di Ringkus

WARTAREPUBLIKA.COM, OKU TIMUR – Nekat palsukan tanda tangan, Pelaku Rudi Setiono (43), warga Dusun 1 Talang Taman, Desa Mendah, Kecamatan Jayapura, Kabupaten OKU Timur berhasil diringkus Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres OKU Timur di kontrakannya didaerah Kelurahan Semabung Lama, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada hari Minggu (31/3/2019) sekira pukul 21.00 Wib, tanpa perlawanan.

Tersangka yang merupakan mantan Kepala Desa (Kades) ini, diringkus karena nekat palsukan tanda tangan warga sebanyak 18 orang untuk DPM2 (Daftar Penerima Manfaat) yang merupakan tanda bukti pengambilan Beras Miskin (Raskin) warga Desa Mendah, Kecamatan Jayapura, Kabupaten OKU Timur pada tahun 2018 lalu.

Penangkapan terhadap tersangka berdasarkan laporan yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP – B / 50 / III / 2018 / SUMSEL / OKUT, tgl 22 Maret 2018.

Menurut informasi dari kepolisian menyebutkan, kejadia saat itu pada tahun 2018, tersangka telah palsukan tanda tangan warga Desa Mendah, Kecamatan Jayapura, Kabupaten OKU Timur pada DPM2 (Daftar Penerima Manfaat) yang mana DPM2 tersebut merupakan tanda bukti pengambilan Beras Miskin (Raskin).

“Tersangka palsukan tanda tangang sebanyak 18 orang yang mengakibatkan warga Desa Mendah, Kecamatan Jayapura, Kabupaten OKU Timur mengalami kerugian,” kata Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH, SIK melalui Kasat Reskrim Polres OKU Timur AKP M Ikang Ade Putra yang didampingi Kasubag Humas Polres OKU Timur IPTU Yuli, pada Senin (1/4/2019).

Sedangkan untuk penangkapan terhadap tersangka, pada hari Jum’at (29/3/2019) petugas mendapatkan informasi tentang keberadaan tersangka. Menurut informasi tersebut, tersangka sedang berada di Kota Pangkal Pinang, kemudian unit Pidkor Polres OKU Timur yang dipimpin oleh Kanit Pidkor langsung melakukan pengejaran.

Selanjutnya, pada hari Minggu (31/3/2019) sekira pukul 20.00 WIB. Setelah dilakukan upaya penyelidikan, posisi tersangka berhasil diketahui. Tersangka saat itu sedang berada dikontrakannya di daerah Kelurahan Semabung Lama, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Sekira pukul 21.00 wib, dengan ditemani ketua RT setempat, petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka. Pada saat penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan,” ungkapnya.

Selain berhasil meringkus tersangka petugas juga berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu rangkap DPM2 bulan Desember 2018, kemudian satu unit hp merk Nokia warna hitam, satu unit hp merk Oppo warna hitam, lalu satu buah dompet warna cokelat berisi uang sebesar Rp. 430 ribu rupiah.

“Berdasarkan hasil introgasi terhadap tersangka, bahwa tersangka telah melarikan diri sejak tanggal 14 Februari 2019 lalu. Tersangka tinggal bersama istri sirihnya di Pangkal Pinang,” ucpanya.

Saat ini tersangka dan barang bukti telah dibawa dari Pangkal Pinang Ke Mapolres OKU Timur untuk dilakukan proses Penyidikan lebih lanjut. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal Pasal 263 KUHPidana tentang tindakan pemalsuan tanda tangan.