Ngateno Tertangkap Masa Usai Perkosa Nenek 60 Tahun Tiga Kali

OKU Timur, Wartarepublika.com – Entah setan apa yang merasuki jiwa Ngateno (48), petani asal Desa Sumber Makmur Kecamatan Belitang Jaya OKU Timur ini, yang dengan teganya memperkosa seorang nenek berusia 60 tahun. Bukan hanya sekali, Ngateno bahkan melampiaskan nafsu birahinya hingga tiga kali sebelum akhirnya di tangkap masa, Selasa (15/04) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya didampingi Kapolsek Belitang III IPTU Aston Sinaga melalui Kasubbag Humas Polres OKU Timur IPTU Yuli menuturkan, pelaku menarik paksa korban keluar dari rumah lalu memperkosa korban.

Baca Juga :
Akui Kinerja AKBP Erlin Tangjaya, AKBP Dalizon: Saya Akan Abdikan Jiwa dan Raga Untuk OKU Timur

“Kejadian berawal sekira pukul 00.00 WIB, korban saat itu tengah tidur di rumahnya, korban tiba tiba mendengar suara orang memanggil dari luar rumah, namun korban tidak menjawab. lalu orang yg memanggil tersebut langsung mendorong pintu dapur dan membuka paksa pintu dapur yang sudah lapuk. Selanjutnya pelaku masuk kedalam rumah dan menarik paksa korban keluar rumah lewat pintu dapur sambil membekap mulut korban, kemudian pelaku melepas celana korban dan menyetubuhi korban,saat kejadian tersebut korban berusaha berontak sambil berteriak meminta tolong, namun pelaku menutup mulut Korban menggunakan tangannya dan melakukan perbuatan yang tidak senonoh tersebut sebanyak 3(tiga) kali,” tuturnya.

Baca Juga :
Bawa Sabu, Pengembala Kambing di Tangkap

IPTU Yuli melanjutkan, teriakan sang nenek akhirnya didengar oleh tetangga sekitar rumah. Dua orang tetangga sang nenek yang mendengar suara teriakan dan tangisan sang nenek segera bergegas kearah sumber suara. Mengetahui perbuatannya diketahui warga,pelakupun berusaha melarikan diri.

“Saat dua tetangga nenek datang, pelaku langsung berusaha melarikan diri, namun akhirnya berhasil diamankan oleh warga sekitar dan kemudian anggota Polsek Belitang III mendatangi TKP lalu mengamankan pelaku ke Polsek Belitang III untuk  proses penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (Jeff)