Direktur PDAM Way Komering Saat Dikonfirmasi Awak Media Di Ruang Kerjanya

Menurunnya Income di PDAM Way Komering, Direktur Sebut Adanya Uang Tagihan Dipakai Karyawan Tanpa Izin

OKU Timur, wartarepublika.com — Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Komering Kabupaten OKU Timur  Sarimuda Saat di konfirmasi awak media terkait mogok kerja karyawan PDAM karena telah tiga bulan tidak mendapat gaji, Sarimuda mengatakan bahwa tertundanya gaji karyawan dikarenakan PDAM Way Komering mengalami devisit anggaran. Selasa (09/03).

Sarimuda menyebutkan, terjadinya devisit anggaran di PDAM Way Komering dikarenakan banyaknya tagihan pelanggan tidak tertagih. Sari Muda juga menyebutkan adanya temuan hasil audit   uang tagihan pelanggan yang dipakai oleh oknum karyawan tanpa izin.

Baca Juga :
Hadir Ditengah Aksi Mogok Kerja, Rinaldi Mansyur Mediasikan Antara Karyawan dan Direktur PDAM Way Komering

“Bagaimana mau memberikan gaji kalau anggaran aja minus. Banyak tagihan konsumen yang tidak tertagih. Bahkan setelah dilakukan audit ditemukan dugaaan uang tagihan pelanggan dipakai  oleh beberapa karyawan tanpa izin. Ada sekitar enam puluh juta rupiah uang tagihan pelanggan yang dipakai oleh beberapa karyawan. Saat ini ada 13 karyawan telah dilaporkan ke inspektorat pada minggu lalu terkait terpakainya uang tagihan tersebut,” ungkap Sari Muda di saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya.

Baca Juga :
Warga Keluhkan Air PDAM Sering Mati

Terkait tuntutan karyawan dalam aksi mogok kerja yang meminta  direktur diganti, Sari Muda mengatakan telah mengajukan pengunduran diri ke Pemerintah Daerah OKU Timur.

“Saya sudah melakukan upaya pengunduruan diri, namun hingga saat ini pengunduran diri saya belum diterima karena belum ada kandidat pengganti,” tutupnya. (Jeff)