Lembaga Adat OKU Timur Berikan Gelar Perwira Mustika Bangsawan ke AKBP Dalizon

OKU Timur, WR – Lembaga Adat Kabupaten OKU Timur memberikan gelar adat masyarakat Komering atau yang biasa dikenal dengan Adok dan jajuluk, ke Kapolres OKU Timur yang baru AKBP Dalizon, S.I.K MH beserta istri Dwi Septiani Dalizon. Rabu (19/08/2020) di Balai Rakyat Pemkab OKUT. 

Adok atau jajuluk yang disematkan Kapolres OKU Timur yang baru bertugas di bumi Sebiduk Sehaluan ini dengan adok Perwira Mustika Bangsawan, sedangkan untuk Istri Kapolres Adoknya Ngeringgom Ratu. 

Pemberian adok ini disaksikan langsung Bupati OKU Timur H.M Kholid MD beserta unsur Forkompida, kepala OPD, tokoh agama, tokoh adat. 

Ketua lembaga pembina adat Kabupaten OKU Timur H. Leo Budi Rachmadi, SE mengatakan, dalam mekanisme pemberian nama adat adok atau gelaran dalam masyarakat adat komering, ada empat macam cara yakni, adok penyimbang, adok penyansan, adok pengangkonan dan adok penghormatan.

Baca Juga :
Salahsatu Pelaku Pencurian di Desa Tanjung Kukuh, Ditangkap Team SW Polres OKU Timur

Pada siang ini, kami  memberikan nama adok atau jajuluk penghormatan dengan asal usul adok dari keluarga besar H Ramli Mustika Ratu. Bapak Kapolres AKBP Dalizon diberi adok atau jajuluk atau gelaran Perwira Mustika Bangsawan, dan Ketua Bhayangkari Dwi Septiani Dalizon diberi adok atau jajuluk atau gelaran Ngeringgom Ratu. 

“Pemberian adok atau jajuluk ini juga sebagai simbol telah diangkat sebagai keluarga kehormatan dan bagian dari masyarakat Komering. Juga sebagai pesan, harapan, dan tanggung jawab untuk selalu mengangkat derajat adat Komering,” katanya. 

Baca Juga :
Konsumsi Narkoba, Dua Anggota Polres OKU Timur Diberhentikan Tidak Dengan Hormat

“Adok atau jajuluk ini juga sebagai harapan agar yang bersangkutan senantiasa menjaga nilai-nilai yang berlaku dan berkembang di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya. 

Sementara itu Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon, S.I.K MH mengaku bangga dan bersyukur atas pemberian gelar adat Komering ini. Kapolres yang merupakan kelahiran dari Provinsi Lampung ini juga ternyata pernah mendapatkan gelar pada saat pernikahan. Namun ketika pertama kali bertugas di OKU Timur kembali diberikan gelar penghormatan. 

“Gelar ini merupakan suatu kebanggaan dan berharga bagi saya, tentu ini harus ada timbal balik dari saya dalam melaksanakan tugas dan pengabdian sebaik-baiknya kepada masyarakat OKU Timur ini,” ujarnya. (*)