Komisi II DPRD OKU Timur Panggil Pimmpinan Bulog Drive III OKU

WARTAREPUBLIKA.COM | OKU Timur –  Tindak Lanjut Hasil Sidak di Gudang Bulog Subdivre III OKU Desa Karang Sari Kecamatan Belitang III, dan di Gudang Bulog Jatimulya I Kecamatan Belitang Madang Raya OKU Timur, pada Jumat (01/02/2019). Komisi II DPRD OKU Timur pada Senin (04/02/2019) memanggil pimpinan Bulog Divre III OKU.

Ketua Komisi II DPRD OKU Timur Andi Syaiban SH,mengatakan Rabu apat dengar pendapat dengan Bulog Divre III OKU. Untuk menindaklanjuti hasil Sidak di dua gudang Bulog, dari hasil Sidak beras seluruhnya tidak layak. Bahkan ada satu kepala gudang mengancam anggota Komisi II saat Sidak dengan berkata jangan macam-macam.

” Sidak di lakukan ingin memastikan kondisi beras yang ada di gudang bulog layak atau tidak, teryata Setelah melihat kondisi beras Sangat tidak layak ayam pun tidak mau makan beras tersebut ungkap andi.

Setelah pertemuan ini kami akan mengambil langkah langkah hukum dan dan menberikan rekomendasi agar maslah di tindak tegas unjar nya.

Kacab Bulog Divre III OKU Deni Laksana Putra, menjelaskan saat pertama menjabat sebagai Kacab Bulog Divre III, dia mendapat sisa stok turun mutu sebanyak 6000 ton lebih. Sesuai instruksi Bulog pusat agar tidak didistrubusikan karena kondisinya sudah turun mutu. Keberadaan beras turun mutu tentu ini sangat menganggu kondisi gudang karena ini bisa mempengaruhi kondisi beras yang baru. Kedepan tidak lagi menggunakan mitra tapi langsung kerjasama dengan petani untuk pengadaan beras. Mekanisme lelang beras oleh Bulog Pusat. HPP Rp7300 perkilogram. Untuk MoU ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh mitra pengadaan beras.

Dia juga menambahkan pada 2018 Rastra untuk OKU Timur perbulan 248 ton perbulan. Pengadaan dengan cara menngajukan PO. “Kriteria sesuai SOP kader air 14 persen, broken 20 persen, menir 2 persen, nanti kita analisa oleh petugas pemeriksa kualitas,”tambahnya.

Untuk pengadaan 2019 belum dilaksanakan, dan segera memanggil mitra kerja dan ingin mengetahui apa yang diinginkan mitra kerja.”Saya akan meminta mitra untuk menarik beras yang rusak karena itu saya meminta dukungan DPRD dan Polisi,”imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Juru Timbang (Jurtim) Gudang Bulog Subdivre III OKU Desa Karang Sari Kecamatan Belitang III Jon Markoni, beras yang ada di gudang merupakan beras pengadaan pada 2015, 2017 dan 2018, sehingga turun mutu karena itu tidak lagi disdistribusikan lagi, dan akan dilelang oleh pusat.

Pengadaan beras oleh beberapa perusahaan lokal, beras yang ada di gudang A 381 ton, Gudang B 70 ton. Tidak disalurkan karena sesuai keputusan dari pusat. Seharusnya setiap empat bulan didistribusikan. Saat masuk beras layak karena sebelum dimasukan ke gudang.”Karena turun mutu sehingga beras itu tidak kita salurkan,”tegasnya.

Sementara Kepala Gudang Bulog Jatimulya I Kecamatan Belitang Madang Raya, Iwan stok yang ada digudang ini keseluruhannya 690 ton stok 2018, untuk 2019 belum ada. Terakhir Pengadaan Oktober 2018 sebanyak 250 ton, pengadaan oleh dua perushaan lokal.(eja)