Ketua Ormas dan OKP di Sumsel Pertanyakan Kejelasan Tindak Lanjut Laporan Dugaan Perampasan Tanah untuk Alokasi Masjid Raya OKU Timur

OKU Timur, wartarepublika.com –  Dalam waktu dekat ini beberapa Ketua ORMAS dan OKP di Sumatera Selatan akan berkunjung ke Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Provinsi Sumatera Selatan yang ada di Kota Palembang untuk mempertanyakan kejelasan  tindak lanjut laporan indikasi dugaan perampasan tanah untuk lokasi Masjid raya OKU Timur di Kota Baru Selatan oleh mantan Bupati OKU Timur periode tahun 2016-2021 yang telah dikirim oleh Dewan Pemuda Sriwijaya (DEMUSI).

Menurut Ketua Umum Jaringan Masyarakat Adat Komering (JAMAK) H Leo Bidi Rachmadi SE, hingga saat ini llaporan tersebut belum ada progres yang signifikan dilakukan dilakukan oleh Kejati Sumatera Selatan.

“Semestinya laporan yang bersifat mendesak dan harus tersebut segera ditangani dengan cepat oleh Kejati Sumsel. Saya berharap Kejati Sumsel agak serius mengungkap kasus ini, karena ini memungkinkan pintu masuk mengungkap kasus besar lain di Pemerintahan Daerah Kabupaten OKU Timur dari tahun 2016  sampai Sekarang, baik proyek fiktif, mark up, melanggar prosedural dan kenaikan signifikan harta kekayaan bupati serta wakil bupati sebelum menjabat dan ketika selesai Menjabat,” ujar nya kepada wartarepublika.com, Kamis (24/02/2021).

Baca Juga :   Lestarikan Budaya, Bupati OKU Timur Jadikan Budaya Komring Masuk Mata Pelajaran Sekolah

Madrois Sementara itu, Ketua JURAI OKU Timur, Madrois juga ikut memberikan suara terkait kasus tersebut menurutnya proses berjalannya kasus ini disorot oleh banyak mata dan pastinya masyarakat OKU Timur. 

“Semoga proses ini dapat berlangsung cepat supaya segera menemukan titik terang. Mudah-mudahan Kajati Sumsel diberikan kemudahan serta kelancaran dalam mengungkap kasus ini, dan pastinya masyarakat mendukung penuh tegak nya keadilan di Bumi Sebiduk Sehaluan,” selorohnya.

Dilain pihak Ketua DPD KNPI OKU Timur Oki Endrata Wijaya mengatakan, indikasi kejadian seperti ini membuat masyarakat OKU Timur sangat prihatin, apalagi dugaan perampasan tanah untuk Pembangunan Masjid Raya di Kabupaten OKU Timur.

Baca Juga :   Tenis Lapangan Piala Kapolres Berlangsung Sukses

“Jika dibandingkan dengan OKU dan OKU Selatan, Masjid Raya OKU Timur yang berada di Martapura termasuk kecil, apalagi luas lahannya juga berkurang.

Kita berharap kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini sampai dengan Aktor Intelektualnya, termasuk dikaji ulang tentang data yang ada di LHKPN,” tegasnya. (Jeff)