KARYAWAN PT WMK MOGOK KERJA, KERENA JABATAN DITURUNKAN SECARA SEPIHAK

WARTAREPUBLIKA.COM, OKU Timur –  ratusan keryawan PT WMK (Wanakarya Mulya Kehuripan) OKU Timur mendapat kan perlakuaan ketidakadilan. Dimana ratusan karyawan PT WMK diturunkan dari jabatannya tampak alasan yang jelas. Kantor PT WMK yang beralamat di Kecamatan Bunga Mayang.

Karyawan mandor PT WMK rata rata sudah berkerja dari tahun 2004 dan 2008 hingga sekarang hampir lebih 11sampai 15 tahun. Mendapatkan perlakuan ini para karywan PT WMK pun berencana melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati OKU Timur jika masih tidak ada titik terang nya kepada pegawai.senen 29/04/2019. Kecamatam Bunga Mayang OKU Timur.

Umar Bakre Salah satu karyawan PT WMK mengatakan kami sudah menjadi karyawan mandor sudah 15 tahun.tiba tiba pada tanggal 02 Mey 2019 kita di turunkan jabatan, tampak sebak dan kesalahan kamin di turunkan jabatan apa kami tidak sakit hati Pak Saat di hubungi melalui ponsel pribadi Umar.

“Atas kejadian tersebut karyawan PT WMK melakukan perlawan menuntut diantara dalam tuntutannya, Karyawan PT WMK yang juga tergabung dalam organisasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) meminta PT WMK untuk membatalkan perlakuan Standing Instruction tentang penurunan jabatan (demosi), an perusahaan sesuai Undang-Undang Ketenaga kerjaan.

Karyawan PT WMK menolak adanya pengurangan gaji/proporsi, Karyawan juga meminta perusahaan memberikan perubahan status bagi karyawan harian lepas menjadi karyawan harian tetap, selain itu karyawan juga meminta agar pihak Perusahaan melakukan Musyawarah terlebih dahulu dengan lembaga bifartip jika ada peraturan atau kebijakan baru,”jelas umar.

“Apa bila Pemeritah tidak bisa menjembatan permasalahan ini dengan PT WMK kami akan karyawana siap mengelar unjuk rasa mogok kerja sebanyak 300 karyawan,”tegasnya.

Dari pihak humas PT WMK Sangal Mengatakan saat ini kami belum menerima ada surat terkaid rencana adanya tuntutan dari karyawan yang akan melakukan aksi mogok kerja.Sebab belum ada surat resmi yang masuk terkaid mogo kerja massal.Jadi kami belum bisa banyak berkomentar permasalahan ini,” tutup nya.