KAPOLRES OKU TIMUR TIDAK ADA PEMBUBARAN OT, HANYA HIMBAUAN AGAR TIDAK MAIN OT DI MALAM HARI

WARTAREPUBLIKA.COM, OKU TIMUR -Tidak ada pembuburan Orgen Tunggal (OT)di Desa Riang Bandung, Kecamatan Madang Suku II.namun hanya himbauan karena mendapatkan informasi ada Orgen Tunggal main hingga malam hari di Desa Riang Bandung,namun setelah jajaran Polisi,TNI, Polpp dan aparat Desa,tiba di lokasi acara tersebut sudah Bubar.pukul 20:40 WIB Saptu (27/04/2019) Desa Riang Bandung Kabupaten OKU Timur.

AKBP Erlin Tangjaya Kapolres OKU Timur mengatakan,
Saya berterima kasih kepada warga dan juga pemilik OT dari Prabumulih pemiliknya saya telepon langsung OT saudara bermain di OKU Timur dan mudah-mudahan tahu ketentuan dari Pemerintah Daerah OKU Timur dan pemilik OT tersebut sudah mengetahui batas waktu sampai pukul 17.00 Wib, apa bila masih ada main dimalam hari mohon maaf dengan terpaksa alat Keyboard anda akan saya bawa ke Polres jika tidak mematuhi aturan tersebut, alhamdulilahalat OT hanya di pergunakan pengeras suara untyk acara tahliLan,”jelasnya.

“Masyarakat saat ini juga sudah sangat merespon secara positif dan berperan aktip,dan saling lapor jika ada yang coba-coba melaksanakan acara OT dimalam hari diam-diam mereka menghubungi aparat baik Polri, TNI maupun pemerintah Setempat.”himbaunya.

Pihaknya berasama TNI Kodim 0304 OKU, Yon Armed, Puslatpur dan Pemda tetap menghimbau seluruh masyarakat OKU Timur dapat mematuhi aturan yang ada.mengilangkan budaya Dugem di malam hari, semua ini sematat mata demi ke majuan OKU Timur bebas dari pengguna
NARKOBA,”ungkapnya.

“Karena saya melihat di Sumsel ini khususnya OKU Timur setiap acara OT main malam hari musiknya menggunakan house musik di sekitarnya ada yang mabuk karena ada penjual minuman ada juga yang fly karena menggunakan Narkoba jenis ektasy, selalu ada kejadian perkelahian,yang sering menyebabkan jatuhnya korban bahkan sampai meninggal dunia,”jelasnya.

Kepala Desa Riang Bandung Sapuan Natar menjelaskan orgen sudah Stop dan tidak main lagi, namun di karenakan masih banyak tamu yang berdatangan, tidak mungkin kita beres beres. Sewaktu pihak aparata datang orgen musik sudah lama STOP. Jelas,”Pak Kades.