Warga Usaha Tani Saat Meminta Keterangan Kepada Petugas BPBD

Jalan Usaha Tani Rusak Parah, Warga Minta Penjelasan ke BPBD

Lahat, Wartarepublika.com – Beberapa orang perwakilan warga Desa Tanjung Mulak nampak mendatangi kantor BPBD Lahat pada Kamis, 18 Juni 2020 untuk meminta penjelasan terkait rusaknya jalan Usaha Tani di Tanjung Mulak akibat bencana alam yang terjadi pada Januari silam.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh Ananta selaku Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lahat. Kepada pers Ananta membenarkan bahwa pihak desa dan kecamatan telah melaporkan kejadian bencana tersebut, dan pihak BPBD telah melayangkan surat keterangan kepada mereka untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Ananta juga memberikan arahan kepada warga untuk melakukan musyawarah desa terkait hal tersebut. Untuk rehap ataupun pembangunan kembali jalan rusak tersebut bisa mempergunakan dana APBD ataupun dana desa.

“Memang benar ada laporan bencana alam yang mengakibatkan kerusakan bangunan jalan Usaha Tani sepanjang +- 40 Meter di Desa Tanjung Mulak pada Januari kemarin. Kita sudah memberikan balasan dengan surat keterangan nomor surat 013/70/BPBD/2020 yang ditujukan ke Camat Pulau Pinang tanggal 04 Maret 2020”, ujar Ananta.

Baca Juga :
Lahat Masuk Zona Merah, Kadisdag Sumsel Sosialisasi Perekonomian

Di tempat yang sama, Amir mewakili warga menjelaskan bahwa kondisi jalan Usaha Tani tersebut rusak parah dan tidak bisa dilalui lagi. Sebagai warga kami ingin mempertanyakan apakah sudah ada laporan ke BPBD atau belum. Dan jika sudah ada laporan lantas bagaimana langkah selanjutnya yang harus mereka tempuh.

“Kami nak nanyoke lah ado  laporan belum ke BPBD. Terus kiro-kiro nak kemano lagi kami ngadu dan langkah apo yang harus kami tempuh supayo jalan itu cepet di rehap. Soalnyo jalan itu tu jalan utama kami nak ke kebun. Tapi Alhamdulillaah pak Ananta lah ngenjuk keterangan dan arahan yang jelas ke kami”, pungkas Amir.

Baca Juga :
TNI Dan POLRI Dampingi Satpol PP Lahat Bagi Masker Dan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Senada dengan Amir, RK (inisial – red) memberikan keterangan yang sama kepada Warta Republika ketika ditemui di kediamannya di desa Tanjung Mulak. RK juga menambahkan bahwa besok pagi dia dan beberapa orang perwakilan dari desa akan membawa berkas-berkas yang diperlukan menghadap inspektorat terkait.

Jalan Usaha Tani memang menjadi akses utama penduduk Tanjung Mulak untuk menuju ke kebun. Sejak jalan tersebut rusak, warga terpaksa membuat jalan darurat yang kondisinya cukup terjal dan sulit dilalui untuk membawa hasil perkebunan ketika cuaca hujan.

Semoga dengan adanya laporan warga dan arahan dari Kabid Kedaruratan dan Logistik ini, jalan Usaha Tani di desa Tanjung Mulak segera diperbaiki dan warga sekitar bisa beraktivitas kembali dengan lancar.(Dahrita Erwin Susanto)