Insiden Tidak Terelakan Saat Petugas Kejari OKU Timur Halangi Tugas Wartawan

OKU Timur, Wartarepublika.com – Petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur halangi wartawan, yang hendak melakukan peliputan acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kejakasaan Negeri (Kejari) OKU Timur dengan Kepala Desa (Kades). Kegiatan berlangsung di Kantor Kejari OKU Timur, Kamis (11/06/2020).

Kegiatan MoU antara Kejari dan Kades dipimpin Kajari OKU Timur Alwie SH,  dan dihadiri Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi. Karena dihalangi, sempat terjadi insiden adu mulut (perdebatan) yang tidak terelakkan antara wartawan dan petugas dari Kejari di atas tangga menuju lantai dua tempat berlangsungnya kegiatan tersebut.

Baca Juga :
HUT Bhakti Adhyaksa ke-58, Kejari OKU Timur Pinjamkan Buku Ke Rutan

Kejadian ini mendapat kecaman dari Ketua IWO OKU Timur Tri Angga, yang merasa heran dengan sikap pihak Kejari OKU Timur, seolah-olah ada yang ditutupi dan takut ketahuan oleh wartawan.

“Kenapa sampai seperti itu, apa ada yang ditutup-tutupi sehingga kawan-kawan tidak boleh meliput kami hanya mejalankan tugas, mengawal pembangunan dengan pemberitaan, lagi pula sikap transparan merupakan  perwujudan demokrasi ini namanya tidak demokratis,” Kata  Ketua IWO OKU Timur

Hanya heran saja wartawan datang untuk liputan namun ketika berada di tangga dihadang oleh dua orang dengan alasan atas perintah pimpinan. Agar wartawan jangan naik ke atas tempat lokasi acara.

Baca Juga :
Siap Bertarung Pada Pilkada 2019, Meilinda Berniat Majukan Bumi Sebiduk Sehaluan

“Jika alasannya karena meminimalisir corona, Wartawan yang datang sejak dari pintu depan sudah disuruh cuci tangan, di scan dan seluruhya menggunakan masker,” Tegasnya.(WK)