OKU Timur, WR — Adanya kerusakan parah pada bangunan dinding irigasi yang terletak di Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Buay Madang membuat  Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII melakukan penutupan sementara pintu air yang mengarah ke Sub irigasi Komering selama 60 hari kalender terhitung sejak 06 April 2021.  Akibat penutupan pintu irigasi tersebut, lahan persawahan seluas 26.598 hektar terancam mengalami kekeringan.

Bupati OKU Timur, H Lanosin ST saat dikonfirmasi awak media mengatakan, pihaknya telah melaporkan adanya kerusakan pada dinding irigasi yang terletak diantara BK 0 dengan BK 1 kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera  (BBWSS) VIII.

 

Baca Juga :   Terkait Rusaknya Dinding Irigasi, Bupati OKU Timur Telah Laporkan Kepihak BBWSS VIII

“Sudah kami laporkan, agar segera dilakukan perbaikan. Sementara waktu, petani yang menggunakan tersier mengikuti saran yang disampaikan pihak balai,” imbuhnya, Kamis (08/04/2021).

 

Dia menambahkan, sedikitnya ada 56 ribu hektar sawah teknis yang pihaknya koordinasikan terus dengan BBWSS. Dalam pemenuhan kebutuhan air bagi lahan persawahan.

 

“Sumur bor akan dibuatkan untuk daerah-daerah yang ada titik-titik sumber airnya, seperti di Madang satu,” imbuhnya.

 

Berdasarkan surat pemberitahuan pengeringan saluran BB.1a dari BBWSS VIII yang diterbitkan pada 06 April 2021,  adanya kerusakan ini berdampak terhadap terganggunya pendistribusian air irigasi pada wilayah sub D.1. Belitang 1 seluas 6.051 hektar, wilayah sub D.1. Belitang 2 seluas 7.576 hektar, wilayah sub D.1. Belitang 3 seluas 7.971 hektar, dan wilayah sub D.1. Lempuing 5.000 hektar. 

 

Baca Juga :   Minggu Depan Pupuk Bersubsidi Mulai Didistribusikan

Dari pantauan di lapangan, pihak irigasi telah melakukan penutupan pintu air yang terletak di Desa Sukaraja. Sehingga, debit air irigasi yang mengarah ke Belitang dan Lempuing terus menyusut, hingga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari ikan. (Jeff)

Facebook Comments