Fery Antoni: Seluruh Perusahaan Batu Harus Ikut Bertanggung Jawab Atas Kerusakan Jalan di Jayapura

OKU Timur, Wartarepublika.com — Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni meradang saat melihat secara langsung kondisi rusaknya Jalan kabupaten di Kecamatan Jayapura. Betapa tidak, saat orang nomor dua di Kabupaten OKU Timur tersebut turun kelapangan, terlihat jalan yang rusak dan debu berhamburan selain itu ditemukan puluhan truk pengangkut batu pecah dengan tonase hingga mencapai 20 ton, Kamis (19/11).

Hujan debu selain membuat rumah warga terutama bagian atap maupun genteng kotor juga membuat kesehatan massyarakat terganggu. Bahkan masyarakat terancam terkena infeksi akibat menghirup debu jalan.

Menanggapi keluhan masyarakat yang merasa resah karena kondisi jalan rusak parah, akibat setiap hari dilalui kendaraan besar pengangkut batu pecah. Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, SE, pada Kamis (19/11/2020) melakukan Sidak di ruas jalan kabupaten yang ada di Kecamatan Jayapura.

Baca Juga :
Seluruh Elemen Masyarakat Berkewajiban Menjaga Kebersamaan dan Keharmonisan

Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, SE, mengungkapkan, jalan ini cepat rusak karena setiap hari kendaraan bertonase besar melintas. Sedangkan kapasita jalan ini maksimal hanya delapan ton, sementara angkutan batu pecah yang milintas tonasenya hingga 20 ton. Kondisi jalan yang hancur selama ini dikeluhkan masyarakat. Karena itu perusahaan batu pecah harus ikut bertanggung jawab atas kerusakan jalan.

“Karena penyebab kerusakan ini salah satunya oleh kendaraan tonase besar milik beberapa perusahaan batu di daerah ini untuk itu Pemkab OKU Timur akan memanggil pihak perusahaan aga bertanggungjawab dalam perbaikan jalan,”terangnya.

Dia menambahkan, setiap perusahaan itu ada CSR selama ini belum pernah ada sumbangsih dari perusahaan melalui CSR ke Pemkab OKU Timur. Untuk itu kedepan perusahaan-perusahaan tersebut akan ditertibkan.

Baca Juga :
Wujud Kecintaan Kepada Masyarakat, Fery Antoni Berkomitmen Tetap Berkontribusi Memajukan OKU Timur

“Jangan perusahaan tidak perduli dengan kondisi daerah, perusahaan mencari untung di daerah kita tapi tidak meperdulikan kondisi daerah kita,”ungkapnya.

Sementara Eko Jumanto warga Desa Tumi Jaya, Kecamatan Jaya Pura, menambahkan, kerusakan jalan akibat truk tronton pembawa batu melintas. Tidak ada bantuan untuk perbaikan jalan dari perusahaan. Akibatnya kondisi jalan debuan dan membuat kotor, masyarakat sudah sempat demo meminta perusahaan batu bertanggung jawab. 

“Akibat hujan debu ada masyarakat sakit dan insfeksi kita minta perusahaan melakukan perbaikan jalan,”ujarnya. 

Sementara itu Gn salah seorang sopir dumd truck milik sebuah perusahaan batu pecah mengakui kapasitas mobil yang dibawanya sebesar 20 ton. Setiap hari mengakut batu ke arah Tanjung Enim.”Kita ini hanya sopir pak sehingga tidak tahu tentang larangan angkutan berat,”ungkapnya.(Jeff)