Ilustrasi

Enak – Enak Berakhir “Gak” Enak

OKU Timur, Wartarepublika.com — Bermaksud enak – enak dengan melampiaskan nafsu syahwatnya, malah berakhir “gak” (tidak) enak. Itulah mungkin ganjaran yang harus diterima oleh seorang petani berinisial AZ (28) warga Desa Karang Anyar Kecamatan Semendawai Timur. Kini AZ mendekam dijeruji besi karena telah menghamili gadis dibawah umur, Rabu, (27/01).

Kisah naas ini terjadi pada hari Minggu tanggal 08 April 2018. Senja itu cuaca begitu cerah ditambah balutan tipis guratan mendung yang bergelayut di langit biru. Sepasang kekasih yang tengah di mabuk cinta tengah bercengkrama dengan manja diatas sepeda motor yang dikendarai oleh AZ. Meski usia mereka terpaut 14 tahun dimana AZ berusia 28 tahun dan sang pacar berusia 14 tahun, namun bak kata pepatah “Cinta Itu Buta” tidak memandang kasta dan usia. 

Waktu tengah menunjukan pukul 15.00 WIB saat AZ hendak mengantar sang pujaan hati pulang dari rumah keluarganya. Namun entah setan apa yang merasuki jiwa AZ. Dipertengahan jalan, tepatnya di areal kebun katet Desa Burnai Mulya tiba tiba sang pujangga cinta menghentikan laju kendaraannya dan merayu sang bunga untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Baca Juga :
Begal Anggota Polisi, Buron Tujuh Tahun Berakhir Diujung Timah Panas Petugas

Awalnya bunga (bukan nama sebenarnya) menolak mentah mentah ajakan AZ. Namun AZ yang telah dikuasai hawa nafsu terus meluncurkan rayuan mautnya kepada bunga agar bunga memenuhi hasrat syahwatnya.

Bunga yang terbilang masih muda belia akhirnya menuruti kehendak AZ setelah AZ berjanji akan menikahi Bunga. Dan akhirnya terjadilah perbuatan terlarang tersebut.

Seiring berjalannya waktu. Benih benih cinta yang tertanam di tubuh Bunga berkembang dan membesar. Orang tua Bunga yang curiga terhadap perubahan bentuk fisik anak kesayangannya pun mempertanyakan ihwal apa yang terjadi kepada Bunga. Karena terus didesak akhirnya Bunga mengaku bahwa pagar ayu yang selama ini dijaganya telah direnggut kesuciannya oleh AZ di kebun karet. Tidak terima dengan pengakuan anaknya, orang tua Bunga akhirnya melaporkan nasib malang tersebut ke Polsek Semendawai Suku III.

Kapolres OKU Timur AKBP DALIZON S.I.K,.M.H, Melalui Kasat Reskrim AKP. I.PUTU SURYAWAN, Dan Kapolsek Semendawai Suku III IPTU JOHAN SAFRI, didampingi Kasubag Humas IPTU EDI ARIANTO, Mengungkapkan, berdasarkan laporan tersebut Tim Opsnal Polsek Semendawai Suku III kemudian melakukan Pengamanan terhadap satu orang tersangka atas nama AZ, sebagaimana yang bersangkutan telah melakukan Tindak Pidana melanggar Pasal 81 UU RI No 35 Thn 2004 tentang Perubahan Atas UU No 23 Thn 2002,tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga :
Di duga Pengedar Sabu, Herman di Tangkap

“Setelah mengetahui Bunga hamil, pelaku melarikan diri. Namun pada hari Rabu tanggal 27 Januari 2021 sekira jam 15.00 Wib , gabungan Team Opsnal Polres OKU Timur  dan Team  Opsnal Polsek SS III mendapat informasi bahwa pelaku herada dirumahnya. Petugaspun bergerak cepat melakukan upaya penangkapan terhadap tersangka,” ungkap Kasubbag Humas Polres OKU Timur.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap tanpa perlawanan di rumah tersangka. Pelaku kemudian digelandang ke Polsek Semendawai Suku III guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Pelaku di dakwa atas tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Undang Undang RI No 35 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Undang Undang No 23 Tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun,” tutupnya. (Rilis Polres OKU timur)