Dua Cakades Datangi Kantor Pemkab OKU Timur Minta Kejelasan Penyelesaian Sengketa Pilkades

OKU Timur, WR — Penyelesaian sengketa kades tak kunjung ada keputusan, dua Calon Kepala Desa (Cakades) yang terlibat sengketa datangi kantor Pemkab OKU Timur guna meminta kejelasan, Rabu (23/6/2021).

 

Diketahui terdapat 12 Desa yang masih tersangkut masalah sengketa Pilkades OKU Timur yang dilaksanakan pada Rabu (7/4/2021) yang lalu.

 

Sarwan Efendi Cakades dari Desa Dadimulyo mengatakan, kedatanganya bersama Sutikno Cakades dari Desa Condong tersebut atas dasar memperjuangan hak suara dari masyarakat di desanya.

 

“Banyak masyarakat yang mencoblos dan dinyatakan tidak sah, karena itu mereka yang minta agar hak suaranya diperjuangkan. Itu jadi dasar saya kesini bukan karena saya pribadi,” ungkap dia. Rabu (23/6/2021).

Baca Juga :
Pelantikan 210 kades di OKU Timur Berjalan Sukses dan Lancar

 

Namun, sambung dia, jawaban yang ia peroleh dari Asisten I Pemkab OKU Timur selaku ketua Tim penyelesaian sengketa di tingkat Kabupaten tersebut kurang memuaskan dan masih mengambang.

 

“Saya dan banyak masyarakat menanyakan mengenai putusan Pilkades, informasinya hari ini tim sengketa itu merumuskan,” kata Sarwan.

 

Sarwan mengungkapkan bahwa permasalahan mengenai pencoblosan di Desanya itu banyak yang mempermasalahkan tentang coblos simetris (coblos tembus).

 

“Di desa saya, banyak coblos simetris yang dinyatakan tidak sah,” ungkapnya.

Baca Juga :
Kabupaten OKU Timur Terima Penghargaan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Terbaik ke Dua se Sumsel

 

Sebagai masyarakat OKU Timur, kata Sarwan, ia memohon kepada pemerintah agar permasalahan ini segera diselesaikan.

 

Sementara itu, Drs. Dwi Supriyanto, M.M Asisten I Pemkab OKU Timur mengatakan, sampai dengan saat ini proses masih berjalanan dan masih menunggu surat balasan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

 

Namun, ketika disinggung mengenai kapan waktu secara pasti mengenai kapan adanya keputusan dari pihak Kemendagri tersebut, Asisten I belum bisa berbicara banyak.

“Secepatnya,” ujar Dwi Supriyanto.(Jeff)