Dinkes OKU Timur Berikan Bantuan Kepada Pondok Pesantren Darul Islakh

Wartarepublika.com, OKU Timur –
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ( HKN) yang ke 54, Dinkes OKU Timur melakukan kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan berupa sembako kepada Pondok Pesantren Darul Islakh, di Desa Labuhan Batin, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kamis (18/11/2018). Sekiranya pukul 09:00 wib
Dalam bakti sosial tersebut di hadiri langsung oleh Plt. Kadinkes OKU Timur H Zainal Abidin S. SiT. M. M, Kadinsos OKU Timur Juwairiyah S.E.M.M, Kepala Puskesmas Pemetung Basuki Muslim Azis Skm M. M. Beserta staf perwakilan dari Kecamatan Buay Pemuka Peliung.

Plt. Kadinkes Oku Timur H. Zainal Abidin S.SiT.MM memberikan bantuan sembako berupa, beras, minyak sayur dan mie instans yang akan bermanfaat untuk kepentingan para santri yang menderita ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang ada di pondok pesantren Darul Islakh.
Dirinya mengatakan, bantuan ini untuk mendukung perkembangan pondok pesantren tersebut, khususnya memenuhi kebutuhan para santri yang berada di pondok pesantren ini, dalam kegiatan ini ada 4 paket baik sembako dan bantuan dari puskesmas pemetung basuki yang dilakukan setiap 2 minggu sekali untuk memberikan pengobatan secara gratis terhadap santri yang mengalami gangguan jiwa.

“Saya memberikan respon  dan menyetujui permintaan dari pimpinan Pesantren Darul Islak untuk sama-sama memberikan pengobatan terhadap santri yang mengalami gangguan jiwa yang dibantu dari pihak Puskesmas Pemetung basuki untuk menanggani kesehatan santri,” Tegasnya.
Kemudian Pimpinan pondok pesantren Darul Islak, Kiyai Hasyim mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang sudah diberikan selama ini dan berharap agar kedepannya Dinkes OKU Timur dapat memberikan obat-obatan dan suntikan pada saat santri/ pasien membutuhkan.

Dirinya sangat berharap semoga bantuan ini tidak putus hanya sampai disini saja namun bisa berkesinambungan sampai orang-orang gila tidak ada lagi.
“Saat ini terdata ada sekitar 74 sampai 78 santri ataupun pasien yang mengalami gangguan jiwa, kebanyakan berasal dari wilayah OKU Timur sedangka,” tuturnya.

Pimpinan pondok pesantren juga menegaskan akan mengajukan kepada Gubernur untuk membuatkan kerangkeng bagi santri yang mengalami gangguan jiwa agar tidak di ikat lagi dalam proses pengobatan. (ADV)