Bupati OKU Timur Saksikan Kegiatan Vaksin PMK dan Tanam Cabai

OKU Timur, wartarepublika.com — Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan melaksanakan kegiatan vaksinasi pasa hewan untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kegiatan yang disaksikan langsung oleh Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T. dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian Provinsi (BPPP) di Desa Peracak Kecamatan Bunga Mayang, Senin (04/07/2022).

Bupati Enos dalam kesempatan itu juga turut menjadi eksekutor vaksinasi kepada hewan yang dibantu oleh tenaga ahli. Dalam kesempatan ini, Bupati Enos menyampaikan kegiatan ini dilakukan tidak lain karena untuk menghindari PMK yang sedang marak terjadi, “Lebih baik mencegah daripada mengobati,” Imbuh Bupati Enos.

Bupati Enos berharap, dengan adanya vaksinasi ini, maka hewan ternak khususnya Sapi/Kerbau di Kabupaten OKU Timur terhindar dari PMK, mengingat di daerah lain sudah banyak hewan ternak yang terjangkit PMK.

Baca Juga :   Terima Penghargaan Indonesia Award 2021, Enos: Ini Hadiah Terindah Bagi Kabupaten OKU Timur

Beliau juga menjelaskan jumlah dan jenis vaksin yang digunakan di Kabupaten OKU Timur, “Vaksin yang kita dapat yakni vaksin Aftopor yang di produksi di Perancis, adapun jumlah yang kita dapat sebanyak 1.900 vaksin” Jelasnya.

Setelah melakukan vaksin terhadap hewan, Bupati Enos yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Jumadi, S.Sos., Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Kepala BPPP, Forkopimda, Camat Bunga Mayang, Kepala OPD melakukan kegiatan tanam cabai perdana di lahan seluas 7,5 Hektar oleh Perhiptani Sumsel.

Pada kegiatan tanam cabai ini Bupati Enos menyampaikan bahwa kegiatan ini sifatnya edukasi, dalam tanam cabai ini juga dicoba jenis pupuk dari ecopark serta dompea dan jika berhasil maka akan disebarkan di masyarakat Kabupaten OKU Timur.

Baca Juga :   Didampingi Kadin PUTR OKU Timur, Enos Launching Infrastruktur Dana DAK Tahun 2022

“Semoga cabai yang ditanam ini 3 sampai 4 bulan kedepan sudah membuahkan hasil” Harap Bupati Enos.

Kepala BPPP Listoyo, S.P., S.E., M.Si menyampaikan dilahan 7,5 hektar bibitnya ini ada bibit cabai Ledo keriting, adapun proses penanamannya disemaikan dulu lalu ditanam, tapi ada yang langsung tanam di lapangan dengan umur 3 bulan 10 hari itu sudah panen, pengalaman yang sudah yang sudah dilaksanakan.

Listoyo juga menambahkan kisaran biaya yang diperlukan untuk menanam cabai ini, “Satu batang cabai rata-rata menghasilkan 1-1,3Kg, adapun biaya 1 batang cabai berkisar Rp. 7.000, jadi jika harga cabai /kg 30.000 maka keuntungannya bisa sudah bisa mencukupi kehidupan petani sehari-hari” Tutup Listoyo. (ADV)