Bertambah 3 Kasus Positif Covid-19, Azmi Shofix Sayangkan RSUD OKU Timur Pulangkan 3 Pasien ini Saat Diisolasi Dengan Alasan Bosan

OKU Timur, Wartarepublika.com – Pada tanggal 3 Mei 2020, Tim Gugus Tugas penanggulangan Covid -19 Kabupaten OKU Timur mengumumkan bahwa satu orang warga Desa Sidogede Kabupaten OKU Timur ber inisial IJ dinyatakan Positif terinveksi Covid-19 dan meninggal dunia. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan isolasi mandiri terhadap beberapa warga yang telah menjalin kontak langsung dengan IJ. Tiga keluarga pasien IJ yang tinggal serumah dengan IJ pun di isolasi di RSUD OKU Timur karena dipastikan kontak langsung dengan pasien IJ. 

Menurut Anggota DPRD Provinsi Azmi Shofix S. IP yang juga merupakan Warga Desa Sidogede, ketiga keluarga pasien IJ tersebut di isolasi di RSUD pada tanggal 7 Mei 2020 dan menjalani test swab untuk memastikan ketiganya terpapar covid -19 atau tidak, namun pada tanggal 11 Mei 2020 ketiganya diperbolehkan pulang oleh pihak RSUD OKU Timur sebelum mendapat hasil Swab dengan alasan bosan.

“Seharusnya hal tersebut tidak boleh terjadi, mengingat ketiga pasien tersebut merupakan orang terdekat, tinggal serumah dan melakukan kontak langsung dengan pasien positif pertama almarhum IJ. Seharusnya mereka jangan diperbolehkan keluar isolasi sampai dengan hasil swab keluar dan dipastikan tidak terpapar virus corona sebelum di ijinkan pulang,” tuturnya kepada wartarepublika.com, Kamis (14/05/2020).

Kekecewaan Politikus asal partai demokrat ini  bertambah, pasalnya setelah diperbolehkan pulang dari Isolasi di RSUD OKU Timur tiga hari lalu. Pada hari Rabu tanggal 13 Mei 2020, hasil Swab ketiganya dinyatakan Positiv terpapar Covid-19.

Baca Juga :
Polisi Jemput Mantan Kepala Desa Saung Dadi di Jawa Timur

” Akhirnya yang kami khawatirkan terjadi. Kemarin malam pada tanggal 13 Mei 2020 kami mendapat informasi hasil swab ketiga keluarga almarhum IJ ini dinyatakan positiv Covid -19,” ucapnya penuh rasa kecewa.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Komisi 2 ini berharap agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang. Pasien PDP yang diisolasi di RSUD OKU Timur seharusnya  tidak boleh dipulangkan sebelum betul-betul sehat dan terbebas dari virus, Karena menurutnya apabila mereka pulang kerumah tetapi belum terbebas dari virus, maka resiko penularan akan lebih besar.

” Saya juga meminta kepada pihak RSUD OKU Timur untuk segera menjemput ketiga pasien positif tersebut untuk kembali diisolasi di RSUD, dirawat dengan sebaik-baiknya, diberikan fasilitas yang layak, agara saudara-saudara kita tersebut dapat sembuh dan bebas dari virus,” ujarnya.

Diakhir perbincangan dengan portal ini Azmi Shofik mengatakan Masih banyak warga yang kontak dengan almarhum IJ yang merupakan kasus positif pertama Covid 19 di OKUT sebelum IJ meninggal, dan warga-warga tersebut berdasarkan pantauan tidak hanya di Desa Sidogede, melainkan ada juga di Desa lain.

Baca Juga :
Sukses Laksanakan Tugas, Fery Antoni Beserta Istri Apresiasi Paskibra OKU Timur

“Saya menghimbau kepada Dinkes, RSUD,  dan Puskesmas di OKU Timur untuk cepat melakukan tracking dan melakukan swab test, jangan hanya rapid test, supaya hasilnya lebih valid,” himbaunya.

Sementara itu direktur RSUD OKU Timur Dr Sugihartono saat dikonfirmasi portal ini membenarkan adanya penambahan tiga pasien yang dinyatakan positiv covid – 19 di Kabupaten OKU Timur.

“Hasil swabnya baru kemarin mas, kemarin sudah saya sampaikan ke pak yakub (Sekdin Dinkes OKU Timur – red). media dikasih tahu aja pak segera, kayaknya pagi ini mau press release nya,” ungkapnya.

Dr Sugi menjelaskan, ketiga pasien PDP tersebut di pulangkan pada tanggal 11 Mei 2020 di karenakan keluarga pasien mengancam akan nekat bila tidak diperbolehkan pulang.

“Kemarin rumah sakit mencoba untuk menahan tapi keluarga mengancam akan nekat, sehingga kita  mengambil kesimpulan lebih baik kita pulang diantarkan ke rumah untuk karantina daripada mereka melarikan diri,” jelasnya.

Saat ini RSUD OKU Timur telah melakukan upaya isolasi dan pengobatan terhadap ketiga pasien tersebut. “Pasien akan kita isolasi, dan diobati, mas, kemudian kita perluas tracing kontak dengan melakukan swab, saat ini ada 13 orang yang akan kita swab,” Pungkas Direktur RSUD OKU Timur kepada portal ini. (Jeff)