Personel Polres OKU Timur Saat Memberikan Himbauan Kemanan Dan Ketertiban Kepada Masyarakat OKU Timur

AKBP Dalizon: Ada Tiga Hal Penyebab Terjadinya Kejahatan

OKU Timur, Wartarepublika.com – Polres OKU Timur terus melakukan upaya-upaya pencegahan terjadinya suatu kejahatan, terutama kejahatan 3 C (curas, curat, curanmor) yang terjadi di wilayah Kabupaten OKU Timur.

Kapolres OKU Timur, AKBP Dalizon, SIK., MH mengatakan dari perspektif Kepolisian secara teori dan fakta di lapangan, bahwa terjadinya suatu kejahatan, terutama kejahatan 3 C (curas, curat, curanmor) disebabkan oleh tiga hal. Pertama, kondisi korban lemah, teledor/ lalai, berpenampilan mencolok, tidak tahu. Kedua, situasi lingkungan ketiadaan penjagaan, sepi, gelap. Ketigakeberadaan pelaku, niat dan kesempatan.

“Bila dilihat dari 3 unsur tersebut di atas, maka apabila nomor 1 dan 2 dieliminir atau diminimalisir, peluang terjadinya kejahatan dapat dicegah,”Kata Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon, SIK., MH. Jum’at (06/11/2020).

Baca Juga :
Jika Ada Calon Kades Dimintai Dana Oleh Oknum Panitia dan Merasa Dirugikan, Segera Laporkan

Adapun upaya-upaya yang dilakukan Polres OKU Timur dan Polsek jajaran, diantaranya :

A. Meningkatkakan peran Satuan Binmas Polres OKU Timur dan Bhabinkamtibmas Polsek Jajaran lebih gencar menghimbau masyarakat (calon korban kejahatan) untuk lebih sadar dan waspada agar tidak “mengundang / memancing” pelaku melakukan kejahatannya.

B. meningkatkan patroli kepolisian di tempat-tempat yang kurang penjagaan

C. memasang himbauan “waspada ……” di tempat-tempat  yang rawan/ berpotensi terjadinya kejahatan.

D. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk ikut berperan aktif bersama Polri dalam menjaga keamanan lingkungannya.

“Laporan ini kami sampaikan sebagai informasi awal, sebagai antisipasi mencegah opini masyarakat terhadap mulai banyaknya spanduk himbauan Waspada,” imbuhnya.

Baca Juga :
Berusaha Mencuri dan Menganiaya Keponakan Sendiri, YA Ditangkap Polisi

Melanjutkan, sepanduk himbauan tersebut telah banyak dipasang ditempat umum seperti, d pinggir jalan, disekitar perumahan masyarakat, diperkantoran, dipertokoan dan tempay pusat perekonomian masyarakat lainnya.

“Spanduk-spanduk tersebut bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, bukan pula pertanda bahwa OKU Timur sudah tidak aman lagi.  Semua itu kami lakukan semata-mata untuk lebih menyadarkan masyarakat akan potensi kejahatan yang dapat terjadi sewaktu-waktu, sesuai teori dan faktanya bahwa Kondisi Korban dan situasi lingkungan juga ikut berkontribusi terhadap terjadinya kejahatan,” Pungkasnya.(Rilis Polres OKU Timur)