300 Warga Mengungsi Akibat Desa Mereka Menjadi Arena Pertempuran

Wartarepublika.com,OKU Timur –
300 warga Tegal Arum dan Batumarta bersama harta benda dan hewan ternak milik warga terpaksa diungsikan kelokasi pengungsian yang berada di wilayah Tebat Sari dan Lapangan Bola Bukit Napuh Kecamatan Martapura OKU Timur, karena desa mereka menjadi arena pertempuran, Rabu (14/11/2018) sekiranya pukul 10.00 WIB.

Warga yang sudah biasa tinggal di tempat tinggal masing-masing kini harus hidup bersama di posko pengungsian yang sudah di dirikan oleh pihak TNI AD di lapangan bola Bukit Napuh dan Tebat Sari.

 

Kapten Inf Supriyono selaku Danramil Martapura menyampaikan kepada pengungsi bahwa di lokasi pengungsian telah disediakan fasilitas umum, dapur umum,toilet umum, dan layanan kesehatan lainnya serta tempat khusus bagi laki-laki dan perempuan.

“Petugas juga akan melakukan identifikasi bagi mengungsi yang berada di penampungan,”ucapnya.

Dandim 0403 OKU, Letkol Arm Agung Widodo melalui kasdim Inf Sukriyanto Sip menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini dalam rangka latihan ANCAB TNI AD yang di laksanakan oleh KODIKLAT AD dengan sekenario bahwa musuh dari Tiongkok Raya (NETIRA) sudah melakukan infasi ke daerah Sumbagsel yang mendarat di Palembang menuju Baturaja dan Martapura. Saat ini musuh berada di Martapura, oleh karna itu Brigif 13 dan Kostrad sebagai Satgas Darat yang akan melakukan penindakan terhadap musuh,” jelasnya.

Kodim 0403 OKU mengemban tugas melalukan operasi tutorial melaksanakan pengendalian penduduk dengan mengungsikan warga yang berada di sekitar petak serangan bersama Satuan Brigif yang menghadap musuh dari kampung Tegal Arum dan Batumarta.

“Tujuannya agar masyarakat warga sipil tidak menjadi korban sia-sia dari pertempuran yang dilakukan terutama dari musuh yang sudah menyusup di kampung-kampung.” jelasnya.

Di tempat pengungsian dilakukan secara manusiawi, titik pengungsian dibagi menjadi dua sektor di Tebat Sari dan Bukit Napuh, “imbuhnya.

Latihan Ancap merupakan Latihan gabungan antara kecabangan di dalam TNI AD yang di selenggarakan setiap satu tahun sekali yang saat ini dilaksanakan di daerah latihan baturaja komplek.

“Untuk personil yang terkait adalah seluruh kecabangan yang ada di Angkatan Darat sekitar 2700 personil yang melakukan pelatihan. Warga juga mendukung penuh dengan diselenggarakanya kegiatan puncak serangan Brigif kepada musuh Netira yang akan berlangsung besok.” terangnya. (MY)