2018, Kejari OKU Timur Tetapkan Satu Tersangka Korupsi

WARTAREPUBLIKA.COM |OKU TIMUR – Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur sedang menangani satu kasus korupsi pembangunan jalan. Kasus ini sudah masuk pada tingkat penyidikan bahkan penyidik Kejaksaan sudah menetapkan satu tersangka dari pihak swasta. Hal ini disampaikan Kajari OKU Timur Ismaya Hera Wardanie SH, MHum, usai peringatan Hari Anti Korupsi Dunia yang berlangsung pada Senin (10/12/2018).

Kasus korupsi yang penyidikannya sudah selesai dan sudah ditetapkan tersangka dari swasta itu merupakan pengerjaan proyek jalan dengan dana yang berasal dari APBD OKU Timur Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp1,3 miliar. “Dari kasus ini yang mengakibatkan kerugian negara mencapai sebesar Rp300 juta,” terangnya.

Namun Kajari tidak menjelaskan lokasi proyek jalan bermasalah itu dimana dan siapa nama tersangkanya. “Sekarang kita sedang terus mendalami kasus yang tengah kita tangani,” ungkapnya.

Baca Juga :
Mantan Kades Saung Dadi Dituntut Lima Tahun Penjara

Sedangkan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi dunia ini sebaiknya dijadikan momentum untuk menuju kearah yang lebih baik dengan tidak melakukan korupsi. “Hari Anti korupsi dunia ini merupakan gerakan seluruh bangsa, dampak dari korupsi ini sangat merugikan,” tambahnya.

Dia juga menambahkan kendala yang dihadapi instasinya salah satunya jumlah personil sangat terbatas. Tapi itu tidak menghambat kerja pihak kejaksaan OKU Timur. “Karena ada skala prioritas dalam menangani kasus yang ada. Kasus korupsi tetap kita tindak lanjuti setelah ada bukti kerugiannya. Tidak ada target dalam penanganan kasus korupsi tapi apa yang ada dihadapan kita akan kita kerjakan,” tegasnya.

Untuk pendampingan melalui TP4D sudah banyak dilakukan, diantaranya pengadaan Damkar di Satpol PP dan Damkar OKU Timur, pekerjaan di Kemenag, RSUD Belitang, Diperindag, pengadaan buku Diknas. “Proses pendampingan terlebih dahulu harus ada permohonan dari instansi yang menginginkan pendampingan,” imbuhnya.

Baca Juga :
Insiden Tidak Terelakan Saat Petugas Kejari OKU Timur Halangi Tugas Wartawan

Sementara Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos, MSi, mengatakan, untuk potensi korupsi itu tetap ada untuk sengaja korupsi tidak ada. Namun yang terbaik itu dilakukan pencegahan. Sudah MoU antara Pemda, Kejaksaan dan Polri dalam rangka pencegahan korupsi bahkan juga sudah ada ada MoU antara dinas dan kejaksaan untuk pendampingan sebelum dilakukan pekerjaan maupun pengadaan barang.

“Pendampingan itu sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan,” kata orang nomor satu di Bumi Sebiduk Sehaluan ini. (Jeff)